Pemerintah Desa Ciangsana bersama Universitas IPWIJA melaksanakan program Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (AKSARA) melalui pembangunan biodigester di wilayah Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Program AKSARA merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah desa dan dunia akademik yang diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pembangunan biodigester, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana pengolahan bahan organik, tetapi juga membuka ruang pembelajaran, pengenalan teknologi ramah lingkungan, serta pengembangan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara lebih produktif.

Pembangunan biodigester di wilayah Desa Ciangsana menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi pengolahan limbah organik melalui proses penguraian tanpa oksigen atau anaerob. Proses tersebut berpotensi menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif sesuai dengan kapasitas fasilitas, karakteristik bahan baku, dan kebutuhan pengguna. Selain itu, pengolahan yang tepat juga dapat membantu mengurangi volume limbah organik yang berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan.
Kehadiran program ini diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai pentingnya mengelola limbah sejak dari sumbernya, memanfaatkan potensi yang tersedia, serta membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan pendekatan edukasi dan pemberdayaan, pembangunan biodigester diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang memberikan nilai tambah, baik dari sisi pengetahuan maupun penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Desa Ciangsana, H. Udin Saputra, SH.MM, menyambut baik kolaborasi bersama Universitas IPWIJA melalui program AKSARA tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan gagasan inovatif yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan pengetahuan, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara bijaksana.
“Harapan kami, melalui program AKSARA ini, pembangunan biodigester tidak hanya menjadi sebuah sarana fisik, tetapi juga menjadi awal dari tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Kami sangat mengapresiasi kolaborasi Universitas IPWIJA yang telah menghadirkan ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Desa Ciangsana. Bagi kami, sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam melahirkan inovasi yang memiliki nilai manfaat serta dapat dikembangkan untuk kepentingan bersama.
Kami berharap program ini dapat memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik, memperkenalkan potensi energi alternatif, serta menjadi inspirasi bagi pengembangan inovasi lainnya di Desa Ciangsana. Tentunya, keberlanjutan program ini perlu didukung dengan pengelolaan yang tepat, pemeliharaan yang baik, dan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kami percaya, ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, akan terbuka peluang untuk menciptakan perubahan yang positif bagi masyarakat. Mudah-mudahan kolaborasi ini menjadi langkah nyata menuju Desa Ciangsana yang semakin maju, mandiri, inovatif, dan berwawasan lingkungan,” ungkap H. Udin Saputra, SH.MM.

Lebih lanjut, pelaksanaan program AKSARA juga mencerminkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan di tingkat desa. Melalui kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan akademik diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk dalam bidang pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan hubungan yang berkesinambungan antara kegiatan akademik dan pembangunan desa. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dalam mengimplementasikan pengetahuan, sementara masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mengenal pendekatan dan teknologi baru yang berpotensi mendukung peningkatan kualitas lingkungan.
Di sisi lain, keberhasilan pemanfaatan biodigester membutuhkan dukungan pengelolaan yang berkelanjutan. Kesiapan bahan baku organik, pemahaman mengenai prosedur operasional, aspek keselamatan, serta pemeliharaan fasilitas menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Edukasi dan pendampingan kepada pihak yang akan mengelola fasilitas tersebut juga diperlukan agar pemanfaatannya berjalan secara tepat dan sesuai dengan peruntukannya.
Pemerintah Desa Ciangsana berharap pembangunan biodigester melalui program AKSARA dapat menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat budaya inovasi dan kepedulian lingkungan di tengah masyarakat. Dengan adanya kerja sama lintas sektor, berbagai potensi desa diharapkan dapat dikembangkan secara optimal untuk mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.